Kuliah Singkat Cepat Kerja
blog-img
05/10/2020

WORKSHOP PENULISAN PROPOSAL PENELITIAN DAN PENGABDIAN KOMPETITIF NASIONAL

heri_polda | Umum

Menjalankan tri dharma perguruan tinggi dengan baik akan menghasilkan sebuah pendidikan yang berkualitas. Bagi seorang dosen, selain pendidikan dan pengajaran, penelitian serta pengabdian kepada masyarakat adalah poin penting yang tidak boleh di abaikan. Mendasarkan pada hal tersebut, Kampus Politeknik Dharma Patria Kebumen dan Politeknik Piksi Ganesha Bandung pada hari Sabtu, 26 September 2020 melaksanakan Workshop Penulisan Proposal Terkait Penelitian Dan Pengabdian Kompetitif Nasional bagi dosen dari seluruh Indonesia. Kegiatan tersebut diikuti oleh lebih dari 200 Perguruan Tinggi dan diikuti oleh 458 peserta melalui online via zoom.

Dr. H. K. Prihartono A.H., M.M., MOS., CMA., MPM. selaku Direktur Politeknik Piksi Ganesha Bandung dalam sambutannya menyampaikan tujuan dilaksanakan workshop adalah sebagai ajang sharing gagasan bagi dosen serta mendapatkan masukan dan solusi dari narasumber yang telah melaksanakan penelitian dan pengabdian sesuai standar yang berlaku. Selain itu, beliau juga menyampaikan harapan dari pelaksanaan workshop ini. “Melalui workshop ini, kami berharap akan muncul inisiatif dan inovasi baru bagi untuk menjalankan tri dharma perguruan tinggi dengan lebih baik,” ujarnya.

Dalam kegiatan workshop tersebut, masing-masing nara sumber menyampaikan materi/hal yang perlu dipersiapkan untuk membuat sebuah proposal. Assoc. Prof. Dr. Muji Setyo, S.T., M.T (Ketua LP3M Universitas Muhammadiyah Magelang) selaku narasumber I menyampaikan materi terkait dengan Alternatif Strategi Menyusun Proposal Penelitian Kompetitif (sebagai titik awal untuk menghasilkan luaran yang akuntable). Sementara Dra. Retno Sudjijati, M.Kes (Ketua Divisi Abdimas Universitas Muhammadiyah Magelang) selaku narasumber II menyampaikan materi pembuatan proposal pengabdian masyarakat kompetitif nasional.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman tentang mekanisme proposal yang akan diajukan karena selama ini informasi mengenai mekanisme penelitian dan pengabdian masyarakat masih simpang siur. Maka dari itu seorang peneliti harus memahami passion sesuai bidang keilmuannya. Peneliti juga harus memiliki data kegiatan yang telah dilakukan sekaligus keterkaitan dengan penelitian atau pengabdian masyarakat yang akan diajukan. Acara kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan sharing antara peserta dan narasumber. Workshop diakhiri dengan diskusi dan foto bersama.

Bagikan Ke:

Populer